Asuransi Menurut Pandangan Islam

Asuransi Menurut Pandangan Islam ...
Asuransi ialah sistem atau tindakan suatu bisnis yang melindungi finansial yang berati mengganti sebuah kerugian terhadap suatu finansial. Biasanya asuransi berkonsentrasi terhadap kesehatan, barang atau properti, dan asuransi jiwa/nyawa. Semua itu akan dimasukan kedalam sebuah tanggungan perusahaan yang telah menyediakan pelayanan tersebut berupa penggantian penuh jika terjadi hal-hal yang tidak di inginkan seperti kerusakan, kehilangan, dan kematian. 

Pihak perusahaan asuransi akan memberikan premi kepada nasabah berupa premi secara teratur dengan jangka waktu tertentu berupa ganti polis sebagai sebuah penjaminnya. Asuransi telah diatur oleh Undang-Undang No.2 Tahun 1992 yaitu tentang sebuah perasuransian ialah perjanjian antara dua pihak atau lebih, dimana pihak penanggung mengikatkan diri kepada pihak tertanggung dengan akan menerima premi asuransi sebagai pengganti karugian.

Asuransi ditulis dalam kitab undang-undang hukum dagang, yaitu pertanggungan suatu perjanjian seorang penanggung dengan mengikatkan diri kepada seorang penanggung (yaitu jasa asuransi) dengan menerima premi sebagai pengganti. Seorang akan mendapatkan kebijakan seperti klaim yang bisa diajukan kepada penganggung, dan akan dibayarkan kepada pihak tertanggung dengan jumlah premi yang berbeda-beda sesuai dengan paket atau jasa yang telah dipilih. 

Ada enam prinsip dasar dalam asuransi yang wajib dipenuhi, yaitu :

1. Hak mengasuransikan, ialah suatu hubungan atau transaksi keuangan, dengan seorang tertanggung dengan penanggung dengan legalitas hukum yang telah diakui.
2. Tindakan mengungkapkan dengan akurat dan detail, yaitu material yang akan di asuransikan diminta atau tidak. 
3. Efisiensi yang menyebabkan rantaian kejadian yang menimbulkan suatu peristiwa tanpa adanya suatu intervensi. 
4. Mekanisme yang mengatur dan menyediakan kompensasi finansial dalam upaya menempatkan penanggung dalam posisi keuangan yang ia miliki sebelum terjadi kerugian atau setelah adanya berupa pembayaran kepada pihak penanggung. 
5. Hak tuntutan akan diberikan kepada penanggung setelah adanya klaim pembayaran.
6. Penanggung mengajak sama-sama menanggung dengan tidak harus membayar kewajibannya tertanggung. 


Asuransi menurut pandangan islam terdapat beberapa istilah yaitu takaful yang diambil dari dasar kata kafala-yakfulu-takafala-takaful yang berarti saling menanggung atau menanggung bersama. Dalam Al Quran disebutkan surat Thaha ...hal adullukum'ala man yakfuluhu..., artinya ...bolehkan saya menunjukkan kepadamu orang yang akan memeliharanya (menanggungnya)?... Jika dimasukkan kepada kehidupan (muamalah), maka istilah takaful ialah mengandung arti saling menanggung risiko di antara sesama manusia, sehingga keduanya sama-sama menanggung sebab akibatnya.

Perbedaan Asuransi Konvensional dengan Asuransi Syari'ah Islam

Asuransi Konvensional

- Akad/perjanjian wajib dilaksanakan kedua belah pihak, yaitu penanggung bertanggung jawab menanggung pihak tertanggung. Tertanggung berkewajiban membayar bulanan asuransi sedangkan penanggung berkewajiban membayar premi kepada tertanggung. 
- Tertanggung dapat mengambil pengganti dari apa yang telah diberikan dari pihak penganggung.
- Akad Gharar karena ketika saat mengambil premi tertanggung tidak mengetahui jumlah yang diberikan atau jumlah yang dibayarkan. 

Asuransi Syari'ah Islam

Asuransi islam dibangun dengan dasar taawun (kerja sama), saling menjamin, tidak berorientasi pada bisnis atau keuntungan peribadi dan perusahaan. Sesuai dengan firman Alloh SWT "Dan saling tolong menolonglah dalam kebaikan dan ketaqwaan dan jangan saling tolong menolong dalam dosa dan permusuhan." 

Prinsip-Prinsip Asuransi Syari'ah Islam

- Akad bersifat tabarru (sumbangan yang telah diberikan bisa diambil kembali)
- Akad perjanjian, sumbangan bertujuan untuk saling membantu tidak mengharap imbalan, jika ingin mendapatkan imbalan harus melalui izin para nasabah (jama'ah)
- Tidak ada pihak yang lebih kuat, karena pengambilan keputusan diambil berdasarakn keputusan para nasabah asuransi.


- Memupuk rasa persaudaraan dengan cara saling membantu satu sama lain
- Mengikuti jejak Rasulullah SAW terhadap umatnya dengan cara tolong menolong
- Terjauh dari perbuatan yang dilarang oleh agama
- Dapat memberikan perlindungan dari resiko kerugian
- Efisiensi waktu diberikan tidak harus menunggu waktu lama dan butuh tenaga yang banyak
- Pemerataan biaya yang dikeluarkan dan tidak mesti membayar jumlah kerugian yang timbul karena tidak pasti apa penyebabnya
- Tabungan masa depan, sebagai dana yang akan kita dapatkan dalam beberpa waktu ke depan dan sebagai simpanan 
- Membantu Loss Of Corning seseorang atau suatu usaha jika terjadi suatu kerugian dan tidak bisa beroperasi disebabkan oleh musibah yang tidak terduga. 

ahsan blog

Sebagai umat islam yang patuh terhadap syari'at, kita harus paham dan mengerti tentang muamalah yang diperintahkan oleh Rasul dan agama. Menanggungkan asuransi kepada asuransi syari'ah adalah jalan terbaik untuk mendapatkan ridho Alloh SWT. SEMOGA BERMANFAAT.